Jumat, 13 September 2013

Matematika Diskrit TC 105

cibi cibi cibi ha ha haha haha

Madis atau matematika diskrit, awalnya seneng denger kata-kata matematika, ternyata beda banget sama yang di bayangin, diskritnya itu lho. Di hari pertama kita membuat kelompok belajar, 1 kelompok ada 3 mahasiswa yang di tentukan acak. Lalu kami belajar tentang aplikasi dari madis tersebut, wah itu bikin saya sedikit bingung apa yang harus saya kerjakan karena juga di dukung oleh perut dangdutan jadi perut dan kepala saling berkesinambungan hahaha.

Kami juga belajar Graph Theory, Komplesitas, Permutasi, Kombinasi, Rekursi, Integer dan textbooks yang harus kami gunakan selama belajar madis. Salah satu dari penerapan madis adalah traffic light, mengapa lampu lalu linta karena untuk menentukan kapan merah menyala, kuning menyala dan hijau menyala, hal tersebut harus di setting denganurutan yang tepat agar lampu tersebut menyala dengan baik, dan hal tersebut menggunakan konsep dari matematika diskrit.

Kami masih diambang kebingungan antara matematika diskrit dan matematika kontinu, dan itu menjadi tugas kami agar dapat mendalami apa pengertian tersebut, dan akhirnya saya browsing dan menemukan artikel ini

"Matematika diskrit adalah cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit. Benda disebut diskrit jika ia terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda atau elemen-elemen yang tidak berkesinambungan. Himpunan bilangan bulat (integer) dipandang sebagai objek diskrit. Lawan kata diskrit adalah kontinyu atau menerus. Himpunan bilangan riil (real) adalah suatu objek kontinu. Di dalam matematika kita mengenal fungsi diskrit dan fungsi kontinu. Fungsi diskrit digambarkan sebagai sekumpulan titik-titik, sedangkan fungsi kontinu digambarkan sebagai kurva. Matematika diskrit berkembang sangat pesat dalam dekade terakhir ini. Salah satu alasan yang menyebabkan perkembangan pesat itu adalah karena komputer digital bekerja secara diskrit. Informasi yang disimpan dan dimanipulasi oleh komputer adalah dalam bentuk diskrit. Salah satu materi di dalam matematika diskrit ini adalah teori bilangan bulat. Sesuai dengan namanya, teori bilangan bulat sangat erat hubungannya dengan bilangan bulat. Bilangan bulat itu sendiri adalah bilangan yang tidak mempunya pecahan desimal, misalnya adalah 2, 43, 566, -64, 0 dan sebagainnya. Teori bilangan bulat dalam matematika diskrit memberikan penekanan dengan sifat pembagian. Sifat pembagian pada bilangan bulat melahirkan konsep-konsep seperti bilangan prima dan aritmatika modulo. Satu algoritma penting yang berhubungan dengan sifat pembagian ini adalah algoritma Euclidean. Baik bilangan prima, aritmatika modulo, dan algoritma Euclidean memainkan peran yang penting dalam bidang ilmu Kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajari kerahasiaan pesan."
http://cheesterzone.blogspot.com/2011/09/pengertian-dan-penjelasan-matematika.html

2 komentar:

Unknown mengatakan...

matematika aja udah lumayan memeras otak dan menguras keringat apalagi ditambah diskrit..
tapi kalo berusaha,insya Allah isok kok,namanya juga perjalanan hidup jd mahasiswa,hahaha..semangatt!
NEVER GIVE UP HOW MATTER YOU HOPELESS

Unknown mengatakan...

ya ampun iya mas doain adeknya lesita ini yg imut baik hati, amin ya mas, tengkyu mas e...

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates